Tak Kenal, Maka Tak Paham? Berikut Istilah Tentang Percetakan

Bukannya nggak sayang nih sob... Tapi Tak Kenal Maka Tak Paham, yaps.. Istilah ini di aplikasikan kepada sobat unix yang hendak pergi ke digital printing atau toko percetakan, sehingga kamu bisa mengetahui dan paham apa yang harus dipersiapkan nanti agar hasil cetak bisa sesuai dengan kebutuhan kamu.

Tidak sedikit konsumen unixcustom yang belum paham istilah percetakan, sehingga saat hendak order atau pergi ke percetakan lain maupun digital printing, ada saja bahan yang kurang. Dan menganggap bahwa itu memang layanan yang harus diberikan oleh percetakan / digital printing, sebenarnya konsepnya nggak gitu juga sob.

mengenal percetakan

Bisnis percetakan saat ini tumbuh bak jamur di musim hujan, karena semakin banyak produk dan jasa layanan yang ditawarkan kepada konsumen. Bahkan, kamu tidak perlu mencetak dalam jumlah banyak. Cetak jumlah sedikit pun dilayani sehingga bisnis percetakan jadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern.

Oleh karena itu, mengenal berbagai istilah percetakan bisa membuat sobat unix memahami dunia percetakan sehingga tidak ada kesalahan untuk hasil output cetaknya nanti. Disini saya akan jabarkan istilah percetakan yang umumnya sering di aplikasikan saat kamu hendak ke percetakan ataupun digital printing.

Berikut Istilah Percetakan

AREA CETAK

Area di kertas yang masih bisa dipakai mencetak alias menerima tinta. Maka, ukuran kertas perlu disesuaikan supaya proses pencetakan berlangsung optimal.

Biasanya, area cetak selalu lebih kecil daripada ukuran kertas. Hal tersebut disebabkan beberapa mesin cetak yang belum bisa mencetak penuh alias borderless. Faktor penyebab lainnya, beberapa mesin cetak membutuhkan penjepit / pegangan guna memegang kertas dalam proses pencetakan.

BLEED

Merujuk pada bagian area desain yang berada di luar garis potong. Fungsinya mengantisipasi tingkat akurasi rendah ketika hasil cetak dipotong. Bleed membantu mengurangi risiko ketidaktepatan ukuran kertas sehingga bagian desain tetap tercetak utuh sesuai ukuran yang diinginkan. Standar minimal ukuran bleed sekitar 3-5 mm pada setiap sisi, tergantung jenis materi cetak yang hendak dibuat.

Tanpa adanya bleed, hasil cetak usai finishing potong berisiko terlihat kurang rapi karena titik potong bergeser ke luar atau ke dalam. Maka, supaya hasil cetak maksimal dan rapi, elemen desain selain background, seperti logo, gambar, dan teks harus berjarak minimal 5 mm dari garis potong agar tidak terpotong atau terlalu mepet ke tepi.

CETAK FLATBED

Cetak flatbed umumnya dipakai pada material yang tidak bisa dicetak memakai printer biasa. Contoh media cetak flatbed antara lain kaca, keramik, akrilik, kertas foto, plastik, pvc, dan kayu. Cetak flatbed populer dipakai mencetak berbagai macam barang custom. Misalnya, USB flash drive, tumbler, tas kain, dan plakat akrilik.

Proses pencetakan ini digunakan pada permukaan datar. Dikenal juga dengan sebutan printer UV karena printer ini tidak hanya memakai tinta saja, tetapi juga sinar UV guna membantu proses pengeringan tinta di permukaan media cetak. Proses ini membuat tinta tetap di bagian yang diharapkan, tidak meluber ke bagian lain. Selain itu, hasil cetakan tidak pucat karena tinta tidak menguap.

CORP MARK

Tanda potong yang membantu saat pengerjaan finishing hasil cetak yang dilakukan secara potong. Garis potong ini menjadi penunjuk batas-batas mana saja yang akan disisir dan dipotong. Saat ini hampir semua aplikasi grafis secara otomatis sudah mendukung pembuatan crop mark. Jika memakai Adobe Illustrator, ada dua cara pembuatan crop mark yang bisa dilakukan.

  • Memakai menu Filter ➞ Create ➞ Crop Marks, otomatis garis penanda akan mengelilingi objek yang dipilih.
  • Membuat bidang dengan Rectangle Tool sesuai ukuran area desain yang hendak ditandai dengan crop mark.

CREASING

Suatu proses yang dilakukan guna menghilangkan retakan di lipatan kertas. Proses ini dilakukan dengan menekan media kertas sampai masuk ke dalam hingga membuat dua tekanan yang dalam sesuai alur lipatan yang dikehendaki. Teknik creasing umum dipakai pada jenis cetakan sangat tebal, seperti katalog, buku menu, undangan hard cover.

DESIGN SETTER

Sebutan orang yang bertanggung jawab mengatur file yang akan dicetak agar sesuai dengan standar cetak. Beberapa komponen yang diperhatikan antara lain warna, ukuran, teks, dan pengaturan cahaya.

Design setter juga kerap menyediakan jasa desain. Biasanya dilakukan untuk memenuhi keperluan klien sehingga fokus pada keinginan klien tanpa melalui proses brainstorming maupun riset ide.

DOT PER INCH / DPI

Berhubungan dengan kerapatan titik ketika mencetak sehingga DPI menunjukkan kualitas hasil cetak. Ketika suatu gambar mempunyai jumlah DPI besar, maka hasilnya akan semakin jelas dan detail begitu dicetak. Ketika DPI kurang rapat atau rendah, otomatis kualitas cetak menurun. Maka, besarnya DPI juga berpengaruh pada ukuran file.

Ukuran DPI standar percetakan umumnya 300 dan 600 DPI. Namun, ukuran DPI sama bisa jadi menghasilkan cetakan berbeda karena perbedaan printer dan jenis kertas. Sementara, untuk cetakan yang sangat besar (contoh signboard) bisa dicetak pada DPI lebih rendah karena gambar tetap tampak bagus saat dilihat dari jauh.

EMBOSS

Teknik finishing yang dibuat dengan menciptakan hasil cetak naik pada permukaan kertas atau timbul. Acuan emboss didapat dari klise, atau logam hasil proses cukil. Klise ditempatkan di bagian bawah besi yang disebut metal die. Kemudian besi tersebut ditekan ke atas hingga mengenai media cetak guna memberi hasil timbul di lapisan kertas.

Hasilnya, finishing emboss meninggalkan bekas terbalik dari sisi lawan media bersangkutan alias timbul. Teknik ini biasa dipakai cetak komersial, antara lain kemasan / packaging, kartu pos, dan sampul buku. Ketinggian dapat diatur sesuai kebutuhan. Direkomendasikan memakai kertas gramatur tebal supaya efek emboss lebih terlihat.

FILE READY TO PRINT / FILE SIAP CETAK

Mengacu pada file final atau akhir yang sudah siap dicetak, biasanya file siap cetak ini berformat PDF. Tujuannya untuk mengurangi risiko kesalahan saat mencetak desain karena file tersebut tidak bisa diedit lagi.

Agar hasil cetakan maksimal, beberapa standar yang harus dipenuhi file siap cetak adalah :

  1. Sudah dibuat dalam resolusi tinggi agar hasil cetakan tajam dan gambar tidak pecah.
  2. Memakai mode warna CMYK karena format warna komputer umumnya RGB, sedangkan printer justru hanya mengenali warna CMYK.
  3. File sudah tidak bisa diedit, seperti PDF atau JPEG, supaya isi file tidak berubah saat di-setting di percetakan.

GRAMATUR

Merujuk pada ukuran berat kertas. Gram per square atau gsm atau g/m² menjadi satuan metrik yang dipakai untuk mengukur berat kertas. Berat ini merupakan berat sebenarnya dari selembar media yang dipotong dalam ukuran 1×1 meter persegi. Maka, gsm menciptakan skala yang lebih akurat ketika dipakai menilai ketebalan dan berat kertas.

Berdasarkan berat gramatur, ada beberapa kelompok kertas yang beredar di pasaran. Diantaranya :

⦿ 70-80 gsm

Sering dipakai dalam kebutuhan sehari-hari dengan dimensi kertas beragam, seperti A4, F4, kuarto, dan A3. Umum dipakai untuk cetak dokumen, buku, atau skripsi.

⦿ 100-150 gsm

Dijumpai pada jenis Art Paper, Matt Paper, HVS, Coronado, dan Concorde. Biasa dipakai untuk cetak majalah, brosur, kop surat, dan dokumen khusus.

⦿ 190-260 gsm

Art Carton, Coronado, Concorde, Blues White masuk kelompok ini. Sering digunakan untuk cetak sampul buku, sertifikat, undangan, dan poster.

⦿ 270-310 gsm

Antara lain jenis Art Carton dan Coronado. Sering dipakai untuk cetak undangan, kartu nama, atau poster.

HARD COVER / SAMPUL

Jenis penjilidan buku dengan memakai sampul tebal. Beberapa karakteristik hard cover antara lain :

  • Memiliki daya tahan yang lebih kuat ketimbang soft cover karena menggunakan kertas dengan gramatur lebih tinggi.
  • Pelapis punggung hard cover diberi board atau papan sebagai penahan / penguat kertas.
  • Dapat menjilid sampai ratusan halaman kertas.
  • Tampilan tampak lebih kokoh, tahan lama, sekaligus elegan dan eksklusif.

LAMINASI

Laminasi ialah proses pelapisan suatu media dengan bahan tipis di kedua sisi agar media tersebut lebih stabil dan lebih kuat. Penampilan media yang telah dilaminasi menyerupai plastik. Proses pelapisan ini memakai panas, tekanan, dan perekatan dalam pengerjaannya. Ada beberapa jenis laminasi yang bisa diaplikasikan pada berbagai media, antara lain :

Laminasi Glossy

Pelapisan yang menciptakan permukaan halus, mengkilap, dan tekstur media tidak terlihat jelas. Desain pada kertas yang dilaminasi glossy tampak lebih cerah, tajam, dan tidak mudah basah.

Namun, bekas sidik jari atau kotoran mudah sekali menempel pada media yang dipakai mencetak. Beberapa contoh kertas yang sering menggunakan laminasi glossy, yaitu kertas flyer, kartu nama, stiker, cover buku, dan kertas foto. Ada pula suvenir yang memakai laminasi ini, seperti gantungan kunci dan pin.

Laminasi Doff

Dikenal juga dengan laminasi matte. Desain tidak tampak mengkilap, tidak licin, dan terasa kesat. Tujuan pelapisan hanya untuk melindungi hasil cetak sehingga optimal mencegah kotoran dan bekas sidik jari. Harga laminasi doff lebih tinggi ketimbang glossy dan satin. Dengan daya serap yang tidak begitu tinggi, hasil cetakan tetap bagus dan warna tetap tajam.

Laminasi Panas

Plastik pelindung laminasi yang perlu bantuan mesin laminator untuk pengaplikasian pada media. Tanpa panas, plastik pelindung tidak akan melekat sama sekali. Tekstur laminasi panas glossy atau doff. Harga per cm² lebih murah daripada laminasi dingin, tetapi umum dijual dalam gulungan atau roll. Rata-rata berukuran A3 atau A3+.

Laminasi Dingin

Plastik pelindung laminasi diaplikasikan tanpa memakai mesin laminator. Ada perekat pada plastik tersebut sehingga cukup digunakan seperti pemasangan stiker. Tekstur laminasi dingin beragam, seperti doff, kanvas, dan glossy. Walau bisa dipakai tanpa mesin, hasil akhir tetap akan lebih rapi jika memakai laminator. Dari segi harga, biaya yang dikeluarkan untuk laminasi dingin relatif lebih tinggi. Laminasi dingin umum dijual lembaran ukuran A4.

Manfaat Laminasi

  • Mempertajam warna tinta pada desain yang telah dicetak.
  • Hasil cetak lebih tahan air dan tidak mudah luntur.
  • Tampilan kertas yang telah dilaminasi lebih menarik sehingga dapat menjadi media promosi atau media branding.

LINE PER INCH / LPI

Sistem pengukuran resolusi pencetakan yang berbasis layar halftone, khususnya terkait ukuran seberapa dekat atau rapat jarak antarbaris di grid halftone. LPI tinggi berarti gambar memiliki ketajaman dan detail yang lebih tinggi. LPI umum digunakan dalam pencetakan koran dan majalah, tetapi juga dipakai oleh tablet grafis. Kertas koran tidak menampilkan detail lebih banyak karena dot gain relatif tinggi sehingga kertas koran hanya punya 35 LPI.

Sistem pengukuran resolusi pencetakan yang berbasis layar halftone, khususnya terkait ukuran seberapa dekat atau rapat jarak antarbaris di grid halftone. LPI tinggi berarti gambar memiliki ketajaman dan detail yang lebih tinggi. LPI umum digunakan dalam pencetakan koran dan majalah, tetapi juga dipakai oleh tablet grafis. Kertas koran tidak menampilkan detail lebih banyak karena dot gain relatif tinggi sehingga kertas koran hanya punya 35 LPI.

MATA AYAM

Disebut juga eyelet, tetapi orang kadang mengenalnya sebagai mata ikan, mata domba, hingga mata itik. Mengacu pada bahan aksesori yang multifungsi, tetapi paling umum dipakai pada pembuatan kalender, spanduk, dan banner.

Mata ayam berbentuk bulat dengan lubang di tengah. Bagian panjang di tengahnya menghadap ke sisi belakang. Pada bagian bawah mata ayam dipasang tepat dengan sisi berlawanan yang berbentuk menyerupai donat gepeng atau cincin.

Terdapat dua jenis mata ayam, yakni tidak anti karat dan anti karat. Pemakaiannya berbeda-beda sesuai kebutuhan. Mata ayam pun dipasang menggunakan mesin dengan menekan alat agar mata ayam saling menempel dan terbentuk lubang.

PRINT PROOF

Cetakan awal suatu desain yang dibuat dengan tujuan mengecek berbagai elemen desain tersebut, seperti typo, posisi dan tata letak gambar, maupun kesesuaian warna.

Dengan kata lain, print proof adalah cetak coba dari sebuah desain yang bertujuan mengecek akurasi hasil desain dalam bentuk fisik. Jenis kertas proof yang biasa dipakai antara lain kertas browlines, kertas diazo, dan kertas blueprint. Sementara, ada beberapa level print proof yang biasa dilakukan.

PRINT and CUT

Di artikel sebelumnya, ini sudah dibahas secara detail mengenal print and cut ya sob. Namun untuk garis besarnya ini merupakan proses pembuatan stiker dengan satu mesin saja. Mesin dapat mencetak desain stiker yang dikehendaki, kemudian langsung memotong bagian sesuai bentuk yang telah dirancang sebelumnya.

Beberapa kriteria penting yang perlu diperhatikan pada pembuatan stiker dengan cara print and cut adalah :

  • Bisa memakai warna gradasi maupun solid.
  • Tidak perlu memperhatikan batas minimal ketebalan huruf, karena proses pengerjaan tidak melibatkan tahap masking.
  • Cetakan dihasilkan dari satu layer warna saja.
  • Material stiker yang disarankan berbahan dasar putih supaya warna lebih tajam, seperti scotchlite atau vinil.

SOFT COVER

Teknik penjilidan atau penyatuan beberapa halaman / lembaran kertas menjadi sebuah buku dengan memakai sampul yang tidak tebal. Dalam industri cetak, soft cover kerap disebut sebagai paperback.

Bagian sampul buku soft cover mudah dilengkungkan. Punggung buku tidak diberi board sebagaimana hard cover, tetapi cukup dilem saja sebagai pelapis. Untuk mengganti halaman yang rusak, jilid soft cover lebih fleksibel. Dari segi biaya, jilid ini lebih murah sehingga umum dipakai untuk menjilid buku seperti novel, buku teks, atau buku catatan.

Well, itulah beberapa istilah percetakan yang umumnya ketika sobat unix datang ke digital printing / percetakan. Biasanya, peran Customer Service atau Design Setter akan bertanya kepada kamu saat hendak pencetakan.

Dan biasanya, mereka bertanya seputar tentang kebutuhan kamu lalu apakah file sudah ready to print dengan DPI maksimum serta jenis bahan dan finishing yang akan dipakai. Jika sobat unix tidak punya file yang ready to print, maka sobat akan di kenakan biaya jasa setting / layout.

Kok gitu?@#?!! Ya memang begitu, sebab untuk setting / layout ke media yang akan di cetak, memerlukan pengetahuan dan skil agar hasil output ke media yang akan dicetak bisa maksimal. Jadi sesuai point di paragraf kedua yang saya katakan. Tidak semua konsep percetakan itu merupakan pelayanan yang harus diberikan ke customer.

Sebenarnya masih banyak mengenai istilah percetakan, namun pada umumnya yang sering dipakai adalah yang terangkum dan terjabar di atas ya sob. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan sobat unix.

Deri WJ
Deri WJ Digital Marketing & Printing Enthusiast

Posting Komentar untuk "Tak Kenal, Maka Tak Paham? Berikut Istilah Tentang Percetakan"